DETAKDETIK.COM | Petahana Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Agam, H. Edi Busti, menjadi bakal calon pertama yang mengembalikan berkas pencalonan Ketua Umum KONI Agam periode 2026-2030 kepada Tim Penjaringan dan Penyaringan (TPP), Jumat (10/7/2026).
Edi menyerahkan berkas persyaratan lengkap sekitar pukul 10.46 WIB di Sekretariat TPP KONI Agam. Bersamaan dengan itu, ia juga menyerahkan dukungan dari 33 pengurus cabang olahraga (pengcab) dari total 51 pengcab anggota KONI Agam.
Jumlah dukungan tersebut jauh melampaui syarat minimal pencalonan yang ditetapkan, yakni 30 persen dari total 51 pengcab, atau sedikitnya 16 pengcab.
Dari 47 pengcab yang telah mengambil blanko dukungan di TPP, Edi mengklaim telah mengantongi dukungan 33 pengcab. Secara hitungan, tersisa 14 pengcab yang belum memberikan dukungan, sehingga jumlah tersebut tidak lagi memenuhi syarat minimal 16 dukungan yang dibutuhkan bakal calon lain untuk mendaftar. Namun, keabsahan seluruh dukungan tetap menunggu proses verifikasi administrasi yang dilakukan Tim Penjaringan dan Penyaringan (TPP).
“Alhamdulillah, hari ini kami telah mengembalikan berkas pencalonan beserta dukungan dari 33 pengcab. Dukungan ini menjadi amanah yang harus kami jaga dengan sebaik-baiknya,” kata Edi Busti kepada wartawan.
Menurut Edi, pencalonannya kembali sebagai Ketua Umum KONI Agam didasari keinginan untuk melanjutkan berbagai program pembinaan olahraga yang dinilai masih perlu diteruskan demi meningkatkan prestasi atlet Kabupaten Agam.
“Ada beberapa program yang masih perlu dilanjutkan, salah satunya pemberian insentif khusus bagi atlet-atlet berprestasi di Kabupaten Agam. Ini penting sebagai bentuk penghargaan sekaligus motivasi agar mereka terus mengharumkan nama daerah,” ujarnya.
Selain itu, Edi mengatakan pembenahan tata kelola organisasi menjadi salah satu prioritas apabila kembali dipercaya memimpin KONI Agam.
“Bagaimana kita mengembangkan konsep manajemen KONI Agam sehingga mampu melahirkan atlet-atlet yang berprestasi, bukan hanya di tingkat daerah, tetapi juga nasional bahkan internasional,” katanya.
Ia menilai target tersebut realistis karena sejumlah cabang olahraga telah membuktikan mampu melahirkan atlet yang bersaing di level nasional.
“Ini sudah dibuktikan oleh cabang olahraga bela diri. Begitu juga atlet biliar yang sudah mengikuti pemusatan latihan nasional (Pelatnas) dan program magang di Jakarta. Artinya, potensi atlet Agam sangat besar jika dikelola dengan baik,” ungkapnya.
Edi menegaskan, KONI harus tetap menjadi rumah besar olahraga yang menjunjung tinggi sportivitas dan bebas dari kepentingan politik.
“Kami tidak melihat ini sebagai sesuatu yang ambisius. Yang kami pikirkan adalah bagaimana organisasi ini memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi pembinaan atlet. Saya berharap tidak ada politisasi di sini, karena ada ribuan atlet yang bergantung kepada organisasi ini,” tegasnya.
Ia juga menawarkan strategi baru untuk memperkuat pembinaan atlet melalui pemanfaatan program Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan.
“Saya menawarkan strategi bagaimana program CSR perusahaan dapat dialokasikan untuk mendukung pembinaan atlet-atlet di Kabupaten Agam sehingga pembinaan tidak hanya bergantung pada APBD,” jelasnya.
Menurut Edi, statusnya sebagai aparatur sipil negara (ASN) juga memberinya ruang lebih luas untuk fokus mengembangkan olahraga di Kabupaten Agam apabila kembali dipercaya memimpin KONI.
“Saya ingin mengabdi di sini. Saat ini saya sudah beralih status menjadi pegawai negeri sehingga saya bisa lebih aktif menjalankan organisasi KONI apabila dipercaya kembali,” katanya.
Sementara itu, Ketua Tim Penjaringan dan Penyaringan (TPP) Calon Ketua Umum KONI Agam, Harmen, mengatakan proses penjaringan telah dimulai sejak 1 Juli 2026.
Ia menjelaskan, dari 51 pengcab anggota KONI Agam, sebanyak 47 pengcab telah mengambil blanko dukungan pencalonan.
“Tahapan penjaringan sudah dimulai sejak 1 Juli. Dari 51 pengcab yang ada, sebanyak 47 telah mengambil blanko dukungan,” ujar Harmen.
Menurut Harmen, tahapan pengembalian berkas berlangsung pada 9-10 Juli 2026. Hingga Jumat pukul 10.46 WIB, baru H. Edi Busti yang mengembalikan berkas pencalonan.
“Tercatat ada lima bakal calon yang mengambil formulir. Sampai pukul 10.46 WIB baru satu bakal calon yang telah mengembalikan berkas. Empat bakal calon lainnya kami harapkan menyerahkan berkas hingga batas waktu pukul 16.00 WIB,” katanya.
Setelah masa pengembalian berkas berakhir, TPP akan melakukan verifikasi administrasi terhadap seluruh dokumen pencalonan.
“Hasil verifikasi administrasi diperkirakan diumumkan pada 18 Juli 2026. Selanjutnya akan dibuka masa perbaikan berkas administrasi yang dijadwalkan pada 20 Juli 2026,” tutup Harmen.
Sebelumnya, TPP mencatat lima tokoh olahraga yang mengambil formulir pencalonan, yakni Henrizal (Ketua PSSI Agam), Masrizal (Ketua Cabang Panahan sekaligus Ketua PMI Agam), H. Edi Busti (Ketua Umum KONI Agam periode 2022-2026), Hendri Masri (Ketua Harian FASI Agam/Paralayang), dan Asrial (Ketua IPSI Agam).
Musyawarah Olahraga Kabupaten (Musorkab) KONI Agam untuk memilih Ketua Umum periode 2026-2030 dijadwalkan berlangsung pada 1-2 Agustus 2026. (AZT)














