DETAKDETIK.COM | Upaya pemulihan lingkungan pascabencana terus dilakukan di Kabupaten Agam. Salah satunya melalui Gerakan Penghijauan dan Reklamasi yang digelar Polres Agam di kawasan Sawah Laweh, Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, Rabu (24/6/2026).
Kegiatan yang dipimpin langsung Kapolres Agam AKBP Mauri, S.I.K., M.M., M.H. itu diawali dengan mengikuti Zoom Meeting Gerakan Penghijauan dan Reklamasi Pascabencana, kemudian dilanjutkan dengan penanaman pohon di lokasi yang terdampak bencana.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakapolres Agam, Kabag SDM Polres Agam, Kasat Binmas, Kasi Propam, Kapolsek Palembayan, personel Polres Agam, unsur Forkopimda, perangkat nagari, mahasiswa KKN, serta masyarakat setempat.
Kapolres Agam AKBP Mauri mengatakan, penghijauan merupakan langkah nyata untuk memulihkan kondisi lingkungan sekaligus mengurangi risiko bencana di masa mendatang.
“Kegiatan ini bukan hanya sekadar menanam pohon, tetapi juga sebagai bentuk kepedulian bersama dalam menjaga alam. Pohon memiliki peran penting untuk memperkuat struktur tanah, menjaga ketersediaan air, dan mengurangi risiko longsor maupun banjir,” ujar AKBP Mauri di sela kegiatan.
Menurutnya, wilayah Palembayan merupakan salah satu daerah yang memiliki tingkat kerawanan terhadap bencana alam, terutama saat curah hujan tinggi. Karena itu, pemulihan lingkungan menjadi bagian penting dari upaya mitigasi bencana.
“Pemulihan pascabencana tidak cukup hanya dengan memperbaiki infrastruktur yang rusak. Lingkungan yang terdampak juga harus dipulihkan agar mampu kembali berfungsi sebagai pelindung alami bagi masyarakat,” katanya.
AKBP Mauri juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berperan aktif menjaga kelestarian lingkungan melalui gerakan menanam dan merawat pohon.
“Kami berharap kesadaran masyarakat untuk menjaga alam semakin meningkat. Jika lingkungan tetap terjaga, maka dampak bencana dapat diminimalisir dan kehidupan masyarakat akan lebih aman serta berkelanjutan,” tuturnya.
Selain penanaman pohon, kegiatan tersebut juga menjadi sarana edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya konservasi lingkungan dan mitigasi bencana berbasis alam.
Kehadiran mahasiswa KKN, perangkat nagari, Forkopimda, dan masyarakat dalam kegiatan ini menunjukkan kuatnya kolaborasi berbagai pihak dalam mendukung pemulihan kawasan terdampak bencana.
Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan kondusif. Polres Agam berharap gerakan penghijauan ini dapat menjadi langkah awal dalam menciptakan lingkungan yang lebih hijau, lestari, dan tangguh menghadapi ancaman bencana di masa depan. (AZT)














