Agam  

Polisi Perkuat Perlindungan Perempuan dan Anak Saat Bencana di Agam

banner 120x600

DETAKDETIK.COM | Perlindungan perempuan dan anak menjadi perhatian Polres Agam, terutama saat masyarakat berada dalam situasi darurat akibat bencana. Upaya tersebut dibahas dalam audiensi bersama Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) RI serta Yayasan PULIH Jakarta di Rumah Dinas Bupati Agam, Senin (10/8/2026).

Audiensi berlangsung sekitar pukul 13.20 WIB. Dalam kegiatan itu, Kapolres Agam AKBP Masnoni, S.I.K., M.M. diwakili Kanit IV PPA Aiptu Poni SI, SH. Pertemuan membahas pencegahan dan penanganan kekerasan berbasis gender dalam situasi darurat akibat bencana.

Rombongan KemenPPPA RI dipimpin Deputi Bidang Perlindungan Hak Perempuan Irjen Pol (Purn) Desy Andriani. Hadir pula Direktur Eksekutif Yayasan PULIH Jakarta Livia Istania. Mereka disambut Bupati Agam H. Benni Warlis, M.M., Dt. Tan Batuah bersama sejumlah pejabat daerah dan unsur terkait.
Kapolres Agam AKBP Masnoni mengatakan, perempuan dan anak merupakan kelompok yang perlu mendapat perhatian khusus dalam kondisi darurat. Situasi bencana dapat membuat mereka berada dalam kondisi rentan sehingga membutuhkan perlindungan dari berbagai pihak.

“Perlindungan perempuan dan anak merupakan tanggung jawab bersama. Dalam kondisi bencana, perhatian kepada kelompok rentan harus semakin diperkuat agar mereka terhindar dari berbagai bentuk kekerasan,” kata Masnoni.

Menurutnya, kepolisian siap memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah, TNI, tenaga kesehatan, Dinas Sosial, lembaga perlindungan perempuan dan anak serta pihak lainnya. Kerja sama tersebut penting agar setiap laporan dapat segera ditangani dan korban mendapat perlindungan yang baik.

Masnoni juga mengajak masyarakat ikut menjaga lingkungan, terutama saat berada di tempat pengungsian atau lokasi yang terdampak bencana. Jika menemukan atau mengalami tindakan kekerasan, masyarakat diminta segera melapor kepada pihak yang berwenang dan tidak membiarkan korban menghadapi masalah sendirian.

“Jangan takut untuk melapor. Jika ada perempuan atau anak yang menjadi korban kekerasan, segera sampaikan kepada pihak yang dapat memberikan bantuan. Semakin cepat diketahui, semakin cepat pula penanganan bisa dilakukan,” ujarnya.

Kegiatan tersebut diharapkan memperkuat langkah bersama dalam mencegah kekerasan berbasis gender di Kabupaten Agam. Selain kepolisian, penanganan juga melibatkan unsur Kejaksaan, TNI, Dinas P3A Dalduk KB, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Kesbangpol dan instansi terkait lainnya. (AB)