DETAKDETIK.COM | Berbagai persoalan yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat (harkamtibmas) menjadi perhatian bersama unsur pemerintahan dan kepolisian di Kecamatan Tanjung Mutiara.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, Kapolsek Tanjung Mutiara IPTU Robi Andrisno, SH, MH menggelar koordinasi dengan Camat Tanjung Mutiara dan Wali Nagari Tiku Selatan, Senin (15/6/2026).
Pertemuan yang berlangsung sekitar pukul 14.30 WIB itu dihadiri Camat Tanjung Mutiara Edo Aipa Pratama, SSTP, Wali Nagari Tiku Selatan Ismardi, ST, serta Kanit Intelkam Polsek Tanjung Mutiara Bripka Robi Zulvianus, SH.
Dalam pertemuan tersebut, sejumlah isu yang berkembang di tengah masyarakat menjadi bahan pembahasan bersama, mulai dari persoalan kebersihan lingkungan, pelaksanaan hiburan orgen tunggal dalam kegiatan masyarakat, hingga isu kemunculan “pocong” yang sempat menimbulkan keresahan warga.
Kapolsek Tanjung Mutiara IPTU Robi Andrisno mengatakan koordinasi lintas sektor sangat penting untuk menyamakan langkah dalam menyikapi berbagai persoalan yang berkembang di masyarakat.
“Kami ingin memastikan setiap persoalan yang muncul dapat ditangani secara bersama-sama. Dengan komunikasi dan koordinasi yang baik antara pemerintah kecamatan, pemerintah nagari, dan kepolisian, berbagai potensi gangguan kamtibmas dapat dicegah sejak dini,” kata IPTU Robi Andrisno.
Salah satu persoalan yang menjadi perhatian adalah masih adanya masyarakat yang membuang sampah tidak pada tempatnya.
Menurut Kapolsek, persoalan kebersihan lingkungan tidak hanya berdampak pada kesehatan, tetapi juga dapat memicu berbagai masalah sosial apabila tidak ditangani dengan baik.
“Kebersihan lingkungan adalah tanggung jawab bersama. Kami mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan dan membuang sampah pada tempat yang telah disediakan,” ujarnya.
Selain itu, pembahasan juga menyentuh pelaksanaan hiburan orgen tunggal yang kerap digelar dalam acara kepemudaan maupun pesta pernikahan. Dalam koordinasi tersebut dibahas pentingnya pengawasan agar kegiatan hiburan tetap berjalan tertib dan tidak menimbulkan gangguan bagi masyarakat sekitar.
“Kami mendukung kegiatan masyarakat yang bersifat positif, namun pelaksanaannya harus tetap memperhatikan aturan dan menjaga ketertiban umum agar tidak menimbulkan persoalan baru,” tutur Kapolsek.
Menariknya, dalam pertemuan itu juga dibahas isu kemunculan pocong yang belakangan menjadi perbincangan warga dan menimbulkan keresahan di beberapa lingkungan masyarakat.
IPTU Robi Andrisno mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum jelas kebenarannya serta tidak menyebarkan isu yang dapat memicu kepanikan.
“Kami mengajak masyarakat untuk tetap tenang dan bijak menyikapi setiap informasi yang beredar. Jangan mudah terpengaruh oleh isu yang belum terverifikasi karena dapat menimbulkan keresahan di tengah masyarakat,” katanya.
Menurutnya, apabila masyarakat menemukan hal-hal yang mencurigakan atau berpotensi mengganggu keamanan, sebaiknya segera melaporkannya kepada aparat nagari atau pihak kepolisian untuk dilakukan pengecekan dan penanganan lebih lanjut.
Koordinasi tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat sinergi antara pemerintah dan kepolisian dalam menjaga stabilitas keamanan serta menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan tertib bagi masyarakat Kecamatan Tanjung Mutiara.
Kegiatan berakhir sekitar pukul 15.30 WIB dengan situasi aman dan kondusif. Melalui komunikasi yang intensif antar pemangku kepentingan, diharapkan berbagai persoalan yang muncul di tengah masyarakat dapat diselesaikan secara cepat, tepat, dan mengedepankan kepentingan bersama.(AZT)














