DETAKDETIK.COM | Upaya mendukung program ketahanan pangan nasional terus dilakukan jajaran Polres Agam. Salah satunya melalui kegiatan sambang yang dilakukan Bhabinkamtibmas Nagari Tigo Koto Silungkang kepada petani jagung di Jorong Gumarang II, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sabtu (6/6/2026).
Dalam kegiatan yang berlangsung sejak pukul 09.30 WIB tersebut, Bhabinkamtibmas berdialog langsung dengan petani untuk mendengarkan kondisi pertanian sekaligus menyampaikan pesan-pesan kamtibmas.
Selain memberikan motivasi kepada petani agar terus meningkatkan produktivitas pertanian jagung, petugas juga mengajak masyarakat berperan aktif menjaga keamanan lingkungan dan segera berkoordinasi dengan pihak kepolisian apabila menemukan potensi gangguan kamtibmas di nagari.
Kapolsek Palembayan, IPTU Andrio Saputra, mengatakan sektor pertanian memiliki peran strategis dalam mendukung kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.
“Petani merupakan ujung tombak ketahanan pangan. Karena itu, kami hadir untuk memberikan dukungan dan semangat agar masyarakat terus mengembangkan usaha pertanian, khususnya komoditas jagung yang menjadi salah satu program prioritas pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan,” kata Andrio Saputra.
Menurutnya, kehadiran polisi di tengah aktivitas petani tidak hanya sebatas menjaga keamanan, tetapi juga membangun komunikasi dan kemitraan yang baik dengan masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, petani juga diingatkan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai tindak kriminal, terutama pencurian dengan pemberatan, pencurian kendaraan bermotor, dan pencurian hasil pertanian yang berpotensi merugikan warga.
“Kami mengimbau masyarakat agar segera berkoordinasi dengan Bhabinkamtibmas apabila menemukan hal-hal yang mencurigakan. Sinergi antara warga dan kepolisian sangat penting untuk menjaga situasi keamanan tetap kondusif,” ujarnya.
Selain itu, Kapolsek juga mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Mengingat cuaca panas yang melanda sejumlah wilayah belakangan ini, risiko kebakaran lahan dan kebun dinilai cukup tinggi.
“Cuaca panas dapat memicu kebakaran yang sulit dikendalikan. Kami mengimbau masyarakat untuk tidak membakar lahan karena selain berbahaya, tindakan tersebut juga dapat berkonsekuensi hukum,” tegasnya.
Andrio menambahkan, kegiatan sambang kepada petani merupakan bagian dari pendekatan humanis Polri dalam mendukung pembangunan daerah. Melalui komunikasi yang intensif, berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat dapat lebih cepat diketahui dan dicarikan solusi bersama.
“Kami ingin memastikan bahwa kehadiran Polri benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, termasuk oleh para petani yang menjadi salah satu penggerak utama perekonomian di wilayah Palembayan,” tutupnya.
Melalui kegiatan tersebut, Polsek Palembayan berharap hubungan kemitraan antara polisi dan masyarakat semakin kuat, sehingga tercipta lingkungan yang aman, produktif, serta mampu mendukung keberhasilan program ketahanan pangan nasional. (AZT)














