Agam  

PDI Perjuangan Salurkan Mesin Tempel untuk Nelayan Danau Maninjau

banner 120x600

DetakDetik.com | Meski belum memiliki keterwakilan di lembaga legislatif Kabupaten Agam, PDI Perjuangan menegaskan komitmennya untuk tetap hadir dan bekerja bagi masyarakat. Komitmen itu ditunjukkan melalui penyaluran bantuan kepada kelompok nelayan tangkap di Kenagarian Tanjung Sani, Kecamatan Tanjung Raya.

Baru-baru ini, Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Agam, Yogi Yolanda, menyalurkan delapan unit mesin tempel atau mesin ketinting perahu yang diperuntukkan bagi nelayan tradisional di kawasan Danau Maninjau.

 

Yogi menjelaskan, bantuan itu merupakan tindak lanjut dari aspirasi Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, H. Alex Indra Lukman, yang diarahkan untuk memperkuat aktivitas ekonomi nelayan kecil di daerah pesisir danau.

 

Menurut Yogi, langkah tersebut sekaligus mencerminkan sikap politik PDI Perjuangan yang tidak semata bergantung pada keberadaan kursi di parlemen, melainkan pada keberpihakan nyata terhadap kebutuhan masyarakat.

 

“Perjuangan politik tidak hanya diukur dari jumlah kursi. Selama masyarakat membutuhkan, PDI Perjuangan akan tetap hadir dan berbuat, khususnya untuk kelompok nelayan kecil,” ujar Yogi, Selasa (3/2/2026).

 

Ia menambahkan, bantuan mesin tempel diharapkan dapat membantu menekan biaya operasional melaut sekaligus meningkatkan produktivitas nelayan. Sektor perikanan tangkap, kata dia, masih menjadi salah satu penopang utama ekonomi masyarakat di sekitar Danau Maninjau.

 

Yogi juga menyampaikan apresiasi kepada H. Alex Indra Lukman yang dinilai konsisten menyalurkan aspirasi masyarakat daerah, meski berasal dari daerah pemilihan yang berbeda. Kolaborasi lintas wilayah tersebut dianggap penting untuk memastikan kebutuhan masyarakat tetap terakomodasi.

 

“Ini menunjukkan bahwa perjuangan untuk rakyat tidak boleh dibatasi oleh sekat administratif. Selama itu untuk kepentingan masyarakat, kami akan terus mengawal,” katanya.

 

Sementara itu, para nelayan penerima bantuan menyambut positif penyaluran mesin tempel tersebut. Mereka berharap dukungan terhadap nelayan tradisional tidak hanya berhenti pada bantuan sarana produksi, tetapi juga berlanjut dalam bentuk kebijakan yang berpihak pada keberlanjutan lingkungan dan peningkatan kesejahteraan nelayan. (ANZ)