Cegah Kebakaran Sejak Dini, Damkar Pasaman Barat Simulasi di SMKN 1 Ranah Batahan

banner 120x600

DETAKDETIK.COM (Pasaman Barat) – Bahaya kebakaran bisa terjadi kapan saja. Untuk mencegah api membesar, Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Pasaman Barat menggelar sosialisasi dan simulasi pencegahan dini bahaya kebakaran di SMKN 1 Ranah Batahan, Selasa (22/9/2026).

Kegiatan tersebut diikuti sekitar 40 siswa bersama guru dan tenaga kependidikan SMKN 1 Ranah Batahan. Para peserta terlihat antusias mengikuti setiap materi dan praktik yang diberikan petugas pemadam kebakaran.

Tim Damkar Pasaman Barat dipimpin Kasat Pol PP dan Kebakaran Handoko, SE, MM, didampingi Kabid Damkar Saripin, SE, Kasi PK Khairil Ikhwan, Danru Regu A Wen Wahyudi, serta sejumlah anggota dan staf.

Dalam kegiatan itu, petugas tidak hanya memberikan penjelasan, tetapi juga memperagakan langsung cara menghadapi api sejak dini. Salah satunya menggunakan karung goni yang telah dibasahi untuk menutup sumber api.

Kasi PK Khairil Ikhwan yang menjadi simulator menjelaskan, keselamatan harus menjadi hal utama saat menghadapi kebakaran. Masyarakat tidak boleh nekat jika kondisi api sudah membesar dan membahayakan diri.

“Yang paling penting adalah mengetahui langkah awal ketika melihat api. Kalau masih kecil dan situasinya aman, bisa dilakukan pemadaman dengan cara sederhana seperti yang kita praktikkan hari ini,” ujar Khairil.

Kasat Pol PP dan Kebakaran Pasaman Barat Handoko mengatakan, pengetahuan tentang pencegahan kebakaran perlu diberikan kepada masyarakat, termasuk para pelajar. Sebab, kebakaran sering kali berawal dari api kecil yang kemudian tidak segera ditangani.

“Kalau sejak awal kita tahu cara mengatasinya, api kecil bisa dicegah agar tidak membesar. Karena itu, pengetahuan seperti ini penting dimiliki masyarakat, terutama generasi muda,” kata Handoko.

Menurutnya, sosialisasi dan simulasi tersebut merupakan bagian dari program rutin Dinas Pemadam Kebakaran Pasaman Barat. Kegiatan diupayakan menjangkau sekolah dan masyarakat di berbagai kecamatan.

“Pasaman Barat wilayahnya cukup luas. Tidak semua lokasi bisa dijangkau petugas dalam waktu singkat. Karena itu, keterampilan masyarakat dalam melakukan pencegahan awal sangat kami butuhkan,” jelasnya.

Handoko menyebut Ranah Batahan menjadi salah satu wilayah yang perlu mendapat perhatian karena letaknya cukup jauh dari pusat pemerintahan di Simpang Empat. Dengan adanya pengetahuan dasar tentang penanganan kebakaran, masyarakat diharapkan dapat mengambil langkah awal sebelum petugas tiba.

Kepala SMKN 1 Ranah Batahan, Dr. Cand. Imelda, S.Pd., M.Pd.T, mengapresiasi kegiatan yang digelar Dinas Pemadam Kebakaran tersebut. Menurutnya, simulasi langsung membuat siswa lebih mudah memahami cara menghadapi potensi kebakaran.

“Kami sangat berterima kasih kepada Tim Damkar yang telah datang dan mengajarkan anak-anak kami tentang pencegahan dini bahaya kebakaran. Materi yang diberikan sangat bermanfaat, bukan hanya bagi siswa, tetapi juga bagi guru dan masyarakat,” ujar Imelda.

Imelda juga mengapresiasi antusiasme para siswa yang mengikuti kegiatan hingga selesai. Ia berharap ilmu yang diperoleh tidak hanya diterapkan di sekolah, tetapi juga dapat disampaikan kepada keluarga dan masyarakat di lingkungan masing-masing.

Sebagai pengurus PGRI Pasaman Barat, Imelda juga mengimbau sekolah-sekolah lain agar memberikan ruang bagi Dinas Pemadam Kebakaran untuk melakukan kegiatan serupa.

“Kami berharap sekolah lain juga dapat mengikuti kegiatan seperti ini. Pencegahan kebakaran merupakan tanggung jawab bersama. Semakin banyak yang mengetahui cara mencegah dan menangani api sejak dini, semakin besar pula manfaatnya bagi masyarakat,” pungkasnya. (Adrian Jambak)