DetakDetik.com | Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Agam menggelar Sosialisasi Pengelolaan Dana Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) jenjang SD dan SMP gelombang ke-2 di Hotel Sakura, Senin (10/11/2025).
Kegiatan ini diikuti oleh para kepala sekolah dan bendahara dari lima kecamatan, yaitu Ampek Angkek, Canduang, Sungai Pua, Tanjung Mutiara, dan Baso.
Sosialisasi yang mengusung tema “Untuk Mewujudkan Pengelolaan Dana BOSP yang Transparan dan Aktual.” tersebut dibuka secara resmi oleh Plt Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Agam, Andrinaldi, AP, M.Si.
Kabid Pembinaan SD Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Agam, Fadli, S.Pd., M.Pd menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman para pengelola sekolah terhadap aturan dan mekanisme penggunaan dana BOSP, agar pelaksanaannya berjalan transparan, akuntabel, dan sesuai ketentuan terbaru.
“Dana BOSP merupakan salah satu instrumen penting dalam mendukung mutu layanan pendidikan. Karena itu, pengelolaannya harus dilakukan secara hati-hati, transparan, dan sesuai aturan. Melalui sosialisasi ini, kita ingin memastikan setiap sekolah memahami ketentuan penggunaan, pelaporan, dan akuntabilitas dana secara menyeluruh,” ujar Fadli.
Lebih lanjut, ia menegaskan pentingnya penyusunan Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS) yang melibatkan komite sekolah sebagai bentuk penerapan prinsip transparansi dan partisipasi publik dalam tata kelola pendidikan.
Sosialisasi ini juga membahas beberapa poin penting, di antaranya Penggunaan Dana BOSP dengan penyediaan buku minimal 10% dari total dana untuk pengadaan buku literasi. Selain itu pemeliharaan sarana dan prasarana maksimal 20% dan penyesuaian honorarium tenaga non-ASN, maksimal 20% di sekolah negeri dan 40% di sekolah swasta.
Sementara itu dalam acara ini, materi pengawasan dan pengendalian penggunaan dana disampaikan dari Inspektorat.
“Kami berharap setelah sosialisasi ini, tidak ada lagi kesalahan dalam penyusunan RKAS maupun pelaporan. Setiap rupiah dari dana BOSP harus bisa dipertanggungjawabkan dengan baik,” tambah Fadli.
Melalui kegiatan ini, diharapkan pengelolaan dana BOSP di Kabupaten Agam semakin efektif, efisien, dan berintegritas, sehingga dapat mendukung peningkatan kualitas pendidikan dasar di daerah tersebut. (Anz)














