Kasat Binmas Polres Agam Turun ke Pasar Tiku, Beri Edukasi Kamtibmas kepada Warga

banner 120x600

DetakDetik.Com | Kasat Binmas Polres Agam Iptu Edi Yanto menggelar patroli dialogis dan sambang warga di kawasan Pasar Tiku, Kecamatan Tanjung Mutiara, Kabupaten Agam, Senin (18/5/2026).

Kegiatan tersebut dilakukan dalam rangka menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) sekaligus memberikan edukasi kepada warga terkait bahaya penyalahgunaan narkoba, judi online hingga maraknya berita hoaks di media sosial.

Dalam patroli itu, Kasat Binmas menyambangi pedagang, pengunjung pasar, toko emas, toko kelontong, pedagang sembako hingga petugas parkir yang beraktivitas di kawasan Pasar Tiku.

Selain memberikan imbauan kamtibmas, petugas juga melakukan kontrol harga kebutuhan pokok guna memastikan aktivitas perdagangan berjalan aman dan kondusif.

Kasat Binmas Polres Agam Iptu Edi Yanto mengatakan pasar tradisional merupakan salah satu pusat keramaian masyarakat yang membutuhkan perhatian khusus dari aparat kepolisian.

“Melalui patroli dialogis ini, kami ingin mendekatkan diri dengan masyarakat sekaligus menyampaikan pesan-pesan kamtibmas agar situasi di lingkungan pasar tetap aman dan nyaman,” kata Edi Yanto.

Ia mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpancing emosi dan menghindari tindakan main hakim sendiri apabila menemukan tindak pidana.

Menurutnya, setiap persoalan hukum sebaiknya diserahkan kepada pihak berwenang agar dapat ditangani sesuai aturan yang berlaku.

“Kami meminta masyarakat segera melapor kepada polisi atau Bhabinkamtibmas apabila menemukan tindak pidana maupun hal-hal yang mencurigakan,” ujarnya.

Selain itu, masyarakat juga diingatkan untuk menjauhi narkoba, minuman keras serta segala bentuk perjudian, termasuk judi online yang kini marak menyasar kalangan muda.

Kasat Binmas menegaskan penyalahgunaan narkoba dan judi online dapat merusak masa depan serta memicu munculnya tindak kriminal lainnya di tengah masyarakat.

Tak hanya itu, warga juga diminta lebih bijak menggunakan media sosial dan tidak mudah percaya terhadap informasi bohong atau hoaks yang berpotensi menimbulkan keresahan.

Dalam kesempatan tersebut, petugas turut mengingatkan pedagang dan pengunjung agar waspada terhadap aksi penipuan dan hipnotis yang kerap terjadi di kawasan pasar tradisional.

“Kami berharap masyarakat ikut berpartisipasi menjaga keamanan lingkungan masing-masing agar tercipta situasi yang aman dan kondusif,” tuturnya.

Kegiatan patroli dialogis tersebut mendapat respons positif dari pedagang dan masyarakat karena dinilai mampu memberikan rasa aman sekaligus mempererat hubungan antara polisi dan warga. (AZT)